Label

Sabtu, 26 Januari 2013

Dunia Facebook


Pernahkah  melihat komentar seperti ini di beranda teman?

”aduh, capek banget nih…”
“dia punya yang beru lagi,,,sebel deh..”
”asyikk, hujan turun lagi..”

Itu hanya sebagian contoh dari status para remaja di Facebook. Fktanya, mayoritas pengguna Facebook adalah kalangan remaja. Dan Indonesia termasuk negara yang memiliki akun facebook terbanyak. Jika melihat ini, bisa dipastikan hampir semua remaja di Indonesia mempunyai akun facebook.

Pernah aku bertanya kepada seorang kawan, “kenapa sih kamu bikin fb?”, lalu dia jawab,, “ya, 

kamu ini gimana sih. Kalau gk pnya fb tu kampungan, gk gaul. Semua temenku aja punya.”

Mendengar itu aku jadi berpikir bahwa ternyata banyak remaja kita yang bergabung di facebook hanya karena sedang trend dan diminati banyak orang. Padahal sebenarnya dunia sosial network sudah ada sejak lama. Contohnya seperti friendster dan twitter. Tapi, apa yang membuat facebook yang lahir baru-baru ini populer? Sebenarnya menurutku karena mereka tidak mengenal yang namanya friendster. Mereka hanya tau tentang dunia maya sesudah facebook masuk ke indonesia. Akibatnya, para remaja kita jadi cenderung menjadikan facebook sebagai ajang pamer. Ini lho, aku temannya bnyak, ini lho banyak yg ngelike statusku, ini lho banyak yg komen. Terjadilah Dunia Facebook seperti sekarang ini.

Bahkan tidak jarang yang menjadikan facebook sebagai tempat pelampiasan emosi yang tidak bisa dikeluarkan di dunia nyata. Ini semakin memperparah keadaan. Tahukah anda, bahwa di jejaring sosial seperti friendster, indonesia terkenal dengan pengguna frienster yang ceplas-ceplos. Dalam artian terlalu obsesi dengan friendster dan asal menuliskan status. Tapi yang lebih parah adalah fenomena facebook. Ternyata, hal yang terjadi pada friendster, terjadi pula di facebook, bahkan intensitasnya 2 kali lipat. Wow….

Sosial Network bukanlah ajang curhat, bukanlah diary tempat kita meluapkan semua uneg2. kenapa begitu? Ingat, apa yang anda tulis akan dibaca dan dilihat oleh semua oirang. Jadi sepantasnya berhati-hati dalam menuliskan sesuatu di dunia maya, karena 1 detik setelah anda menulis, orang lain di negara yang berbeda dapat langsung membacanya. Jika memang mau menuliskan uneg-uneg, buatlah Blog Pribadi yang di dalamnya dapat kita isi dengan apapun yang ada dalam pikiran kita. Misalnya seperti Blog ini, Dunia Ilmu. Selain memberi kepuasan bagi diri sendiri, blog juga dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.

Lihatlah pada kenyataan. Banyak kasus-kasus yang terjadi akibat facebook. Ada kasus penculikan, kasus pertikaian karena pencemaran nama baik di Facebook, dan semacamnya. Itu semua terjadi karena ketidakmampuan dalam menjadikan Facebook sebagai sosial network yang sesungguhnya, yaitu menghubungkan kenalan,mencari orang-orang (kenalan) yang jauh, mencari teman, dll.

Ada kabar bahwa di jepang, hampir tidak ada orang yang memakai identitas asli saat berhubungan dengan dunia maya. Ini mereka lakukan untuk meminimalisir kejahatan melalui dunia maya tersebut. Kita tidak perlu melakukan hal yang sama seperti mereka, namun kita hanya perlu mengubah Mind Set kita tentang Facebook. Okelah, sewaktu-waktu sobat dapat curhat tentang masalah pribadi. Tapi saran saya, surhat-lah kepada orang yang dapat dipercaya di Inbox. Ini agar rahasia sobat terjamin.

Sekiranya cukuplah tulisan yang panjang ini. Ini merupakan pemikiran saya sendiri tentang dunia Facebook yang merajalela. Jika sobat tidak suka atau keberatan dengan opini saya, silahkan sampaikan lewat komentar. Insyaallah saya akan menerima kritikan dan saran dari sobat.

Semoga sobat menyukai artikel kali ini tentang Saya :)

Jumat, 25 Januari 2013

Cuma Gara-Gara BB SmSku Tak Terbalas

Beberapa hari saya dibuat kesal oleh salah seorang teman. Pasalnya setiap kali saya mengirim sms ke dia selalu tidak ada balasan. Selang beberapa hari kemudian saya bertemu dengannya. Langsung saja saya tanya kenapa dia tidak membalas sms ku. Kalian tau apa jawabannya? Eh sory ya , saya gak punya pulsa buat sms, adanya Cuma paket BB. Lalu kenapa dia tidak mengirim BBM saja. Jawabannya sudah jelas donk, karena saya gak punya BB (kampungan yah).




BBM
Saya memang belum mempunyai ketertarikan untuk memiliki BB meskipun kebanyakan teman sudah begitu larut dalam euphoria BBM. Sekarang, kalau ketemu teman lama yg ditanyakan pasti pin BB. Kalau saya punyanya PIN ATM, hehehe. Kenapa saya belum tertarik? Mungkin karena belum dapat panggilan untuk beli BB (kayak naik Haji aja). Yang jelas saya merasa bahwa BB kurang sesuai dg kebutuhan saya karena saya kurang suka dg layar kecil. Saya lebih suka berkomunikasi menggunakan YM ataupun Skype di laptop. Rasana lebih lega.

Balik lagi ke masalah sms yg tak terbalas. Sebenarnya saya juga bukan orang yg suka smsan, tapi kalau ada perlu sama teman biasanya saya mengirim sms. Dulu orang begitu rajin sms karena adanya paket sms maupun sms gratis. Kalau sekarang rasa-rasanya saya sudah jarang mendengar kalimat Yaudah, nanti aku sms kamu saja. Eh pin bbmu berapa, nanti aku BBM kamu saja, kalimat seperti itulah yg sekarang lebih sering terucap. Walhasil, orang-orang yg gak punya BB seperti saya jadi terpinggirkan. Bahkan sekedar mengeluarkan pulsa untuk membalas sms teman saja susahnya minta ampun.
Sebenarnya, ada banyak cara untuk berkomunikasi melalui HP ataupun Ponsel Pintar. Namun entah kenapa BBM seperti menjadi primadona baru bagi kebanyakan orang. Entah mantra apa yg dipakai oleh RIM sehingga para konsumen begitu loyal untuk membeli BB yg harganya cukup fantastis. Mantra apa juga yg membuat konsumen kelas menengah ke bawah juga cenderung menggunakan BBM daripada SMS.
Begituah kira-kira curahan hati seorang yang smsnya tak terbalas karena tak punya BB. Nasib, nasib. Mungkin ada banyak kemudahan yg kita dapat dengan memakai BB, tapi untuk sekarang saya belum tertarik sama sekali dengan yg namanya BB. Itu pendapat saya, bagaimana pendapat anda?

Senin, 21 Januari 2013

"Bertemu Eno’, “Eksodus” Dari Losari"

Gambar Enho & wandy "Ekseudus" dari Losari

Losari, ya, Pantai Losari beberapa tahun silam adalah surga bagi pengamen dan anak jalanan. Namun, sejak penataan oleh Pemkot Makassar dan kapling teramat luas oleh pihak perusahaan swasta, berbagai kegiatan di poros Jalan Penghibur mulai diatur.

Jika dulu, kita bisa menapaki Jalan Penghibur dengan leluasa dan akrab, kini nampaknya suasana itu bagai asap yang keluar dari sebatang rokok. Tiada lagi. Satu persatu pengamen, anak jalanan meninggalkan daerah itu. Hanya kendaraan mewah yang lalu lalang, kegiatan musik jalanan tak ada tempat lagi, bahkan becakpun minggir.
...
Salah satunya, Eno’. Jangan dikira dia perempuan. Lelaki muda dengan tangan kanan buntung ini adalah pemusik kreatif dengan suara, boleh tahan! Dia mesti memasangi ujung tangannya yang cacat dengan plastik pembetot gitar lalu diikat karet.

Bersama empat orang sahabatnya, mereka adalah “eksodus” Losari yang kini mengadu nasib di warung ikan bakar “Tujuh Tujuh”, di Ibu Kota Pangkajene Kepulauan atau Pangkep.

“Tubuhku terguncang, dihempas…kawan, coba dengar apa jawabnya, ketika ia kutanya mengapa” suaranya yang jernih dan iringan melodi gitarnya menawan sekali. Tangan buntungnya bermain lincah di temali gitar. Di sampingnya, berdiri Wandi yang masih belia. Juga, dari Losari.

“Kami sudah empat tahun tinggal di Pangkep. Kami menyewa kost dengan tarif 150ribu perbulan. “Ya, beginilah, cara kami meneruskan bakat” Kata Eno’. Lelaki yang tak lulus SMA.

“Di kelompok kami, terdapat dua anak asal Pangkep. Kami pernah tinggal di Jalan Cendrawasih, Makassar. Saat ngamen di Losari kami biasa mangkal di Kedai 66, kepunyaan Alling yang tinggal di Jalan Kakatua” Kata Eno’ lagi, lelaki berbadan kecil namun gondrong ini.

Saat saya tanya, apa lagi rencana kelompok mereka. Eno’ berujar, “kami akan menuju Pare-Pare dan Polmas, untuk mengamen lagi. Rencananya setelah usai musim hujan”. “Mengapa tidak di sini saja? Kataku. “Selain mengamen, kami ingin punya pengalaman menjajal daerah lain, sekaligus mengenal bagaimana kehidupan di daerah lain” Katanya.

Suara mereka yang elok, permainan musik yang menawan, layak diganjar perhatian dan dukungan oleh kita semua. Kiprah dan ketekunan mereka setidaknya memberi kesan bahwa terdapat banyak pilihan untuk meneruskan hobby, minat dan kehidupan. Itu lebih baik dari pada merampas hak orang lain, bukan?

Selasa, 15 Januari 2013

"Kampanye Sayang Jilid 2 di Pangkep ''Flood'' Jurkamnas"

GAZEBO PANGKEP_Simpatisan tersebut memenuhi sepanjang jalan di Matahari. Panjangnya berkisar Lima kilometer. Barisan tersebut, mulai dari pusat kota Pangkep menuju Lapangan Stadion Andi Mappe Pangkep.

" Kampanye putaran ketiga pasangan calon gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang pada hari kedua, Selasa (15/1/2013) di Kabupaten Pangkep dibanjiri juru kampanye nasional (jurkamnas) dari sejumlah elit partai politik.

Di deretan kursin para jurkamnas diantaranya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakri, dan sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar, seperti Fadel Muhammad, Erwin Aksa, Anggota DPR RI Syamsul Bahrin, Koordinator Wilayah Sulawesi Golkar Nurdin Khalid, Ali Mukhtar Ngabalin dan Teo L Samboaga, mantan Meteri Perumahan Rakyat.

Minggu, 13 Januari 2013

Angin Masih Memhantui Kota Pangkep dan Sekitarnya



Seperti halnya angin, cinta terkadang berhembus terlalu kencang lantas berlari entah kemana.

Angin sore berhembus membuat berpuluh alang-alang di sebuah tanah lapang bergoyang seirama, membuat rambut gadis yang berada di antaranya pun terkibas ke sana ke mari.
Gadis itu meringis, merasakan sebuah rasa bernama ‘sakit’ yang mendalam, sakit akibat sebuah luka. Namun lukanya bukanlah luka yang terlihat, bukan luka yang teraba, melainkan luka dalam sebuah organ kecil di dalam tubuhnya yang biasa disebut hat.

Minggu, 06 Januari 2013

"BANJIR LUMPUHKAN PANGKEP"

Add caption
Setelah diguyur hujan sejak pagi tadi, Kota Pangkep kini terkepung oleh banjir. Hampir semua kota tergenang banjir. Rumah-rumah warga tergenang banjir setinggi 50 sentimeter.

Hujan deras sejak pagi tadi, Sabtu (5/1/2013) sekitar pukul 16.00 Wita, membuat debit air meninggi dan meluap menggenangi ruas-ruas jalan utama di jalan Poros pangkep. Naiknya debit air terlihat dari dua kanal yang terletak di tengah Kota Pangkep, yakni di Jalan Sungai Pangkep kali Bersih. Air di dua kanal itu sudah meluap dan memasuki rumah-rumah warga di Kelurahan Mattoangin.

Menurut informasi yang diperoleh teman facebook, puluhan kelurahan di Kota Pangkep sudah terendam banjir. Ratusan rumah warga yang tergenang banjir mulai dari ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter.

Meski rumahnya digenangi banjir, warga masih bertahan di rumah dan enggan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Pilihan itu diambil lantaran warga khawatir rumahnya dijarah maling jika ditinggalkan untuk mengungsi.

"Mending tidak usah mengungsi, Pak, sebab lebih rugi lagi kalau rumah dibobol maling saat ditinggalkan," kata Candra, warga Kelurahan mappatuwo Kecamatan pangkep.

Dari pantauan Teman Facebook, jalan utama yang teredam banjir, yakni Jalan merdeka, Jalan sukawati, Jalan Bonto gelang, Jalan Kemakmuran, Jalan ketimun, Jalan A.Mauraga, Jalan Jambu, Jalan Bolu, Jalan A.Caco, Jalan Minasatenne, jalan  pabundukang, dan beberapa kawasan lain di Kota Pangkep.

Banjir yang melanda Kota Pangkep ini diduga disebabkan dari bendungan sungai Tabo-tabo yang tidak memadai. Baru seharian diguyur hujan, sebagian basar Kota PANGKEP sudah terendam banjir.

Selain Tabo-tobo, minimnya ruang terbuka hijau atau ruang resapan air juga menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Pangkep.

Pangkep, 05 januari 2013

Jumat, 04 Januari 2013

"BANGKITKAN SEMANGATMU TEMAN"

Buat teman-temanku yang mungkin masih sedang kuliah, atau lagi menjalankan tugas akhirnya, atau bahkan ada yang akan menjalankan ujian meja hijaunya, semangatlah mengejar masa depan kalian, jangan sampai semangat itu memudar di diri kalian. Hidup kita masih panjang, akan ada hari selanjutnya yang akan terasa jauh lebih berat untuk kita hadapi. Jika ini saja bisa membuat kita menyerah, bagaimana kita menjalani hari kita selanjutnya?.

Buat kalian yang udah mendapatkan pekerjaan, huaa enak banget..hehe. bersyukurlah untuk apa yang udah kalian dapatkan, karena gak semua seberentung kalian, masih banyak pengangguran diluar sana, yang luntang lantung akan nasibnya. Jadi jangan pernah mengeluh ya teman.

Teman, bumi itu diciptakan hanya untuk orang-orang yang mau berpikir, untuk orang-orang yang mau berusaha dan belajar, dan untuk orang-orang yang gak gampang menyerah, gak gampang untuk putus asa.

Mungkin manusia bisa bertahan jika tidak makan 1 hari, manusia bisa bertahan jika tidak minum 1 hari, tapi pertanyaannya, apakah manusia bisa bertahan jika tanpa harapan dalam 1 hari?. Jawabannya tidak, manusia tidak akan bisa bertahan jika tanpa harapan. Kita semua hidup didunia ini pasti penuh harapan, karena hidup itu juga adalah berharap, berharap untuk selalu jadi yang terbaik, dan berharap untuk mendapatkan yang terbaik. Bisa kalian bayangkan apa jadinya jika kita hidup tanpa harapan. So, aplikasikanlah harapan kita itu dengan ‘berusaha’ dan ‘berdoa’ agar harapan itu menjadi kenyataan.

Lihatlah langkah kaki kita, lihatlah juga kedepan, disanalah masa depan kita. Tentukan langkah kita, janganlah berputus asa, dan jangan pernah takut, doa kedua orangtua kita selalu menyertai langkah kita. Berpeganglah teguh pada keyakinan kita masing-masing, teman. Ingatlah Tuhan dan orangtua kita punya andil besar untuk masa depan kita. Marilah menyongsong hari kita kedepan dengan sejuta senyuman.


(Pangkep, 31 Desember 2012)